Beranda › Catatan › Sehari sebelum dan saat hari ujian

Sehari Sebelum dan Saat Hari Ujian
— Agar Semua yang Kamu Tahu Keluar

Hari-hari penting · · 5 menit baca · Diperbarui

Ringkasnya

Tujuan sehari sebelum ujian bukan tahu lebih banyak, melainkan berada dalam kondisi yang membuatmu bisa mengeluarkan semua yang kamu tahu. Begitu kamu membuka materi baru, kamu menjauh dari tujuan itu.

Di artikel ini 8 topik
  1. Kenapa membuka materi baru sehari sebelumnya merugikan?
  2. Perlengkapan disiapkan malam hari, di depan pintu
  3. Tidur — pertahankan jam biasamu
  4. Pagi hari ujian — tubuh dulu, kepala belakangan
  5. Di ruang ujian — jangan tertahan di soal pertama
  6. Gugup bukan untuk dihilangkan
  7. Apakah tahu nuansa hari itu lebih dulu bisa membantu?
  8. Pertanyaan umum (FAQ)

Kenapa membuka materi baru sehari sebelumnya merugikan?

Hitungannya tidak masuk. Bab yang baru dimulai sehari sebelumnya tidak akan cukup melekat untuk dipakai di ruang ujian. Sebaliknya, perasaan “ini pun aku tidak tahu” pasti tertinggal.

Ini transaksi yang untungnya tidak pasti tetapi ruginya pasti. Jadi, sehari sebelumnya, ulangi hanya bagian yang lemah dari materi yang sudah kamu pelajari.

Dua hal yang dilihat sehari sebelumnya — ① soal yang dulu salah ② ringkasan buatanmu sendiri. Ingatanmu akan jauh lebih kuat dibanding mengerjakan buku soal baru. Bagian yang pernah membuatmu tersandung cenderung membuatmu tersandung lagi di ujian.

Perlengkapan disiapkan malam hari, di depan pintu

Tidur — pertahankan jam biasamu

Kalau kamu tidur dua jam lebih awal karena besok hari penting, biasanya kamu hanya akan menatap langit-langit. Lagi pula, pikiran “bagaimana kalau aku tidak bisa tidur” itu sendiri membuatmu makin terjaga, jadi kantuk makin sulit datang.

Kalau lebih dari 20 menit belum juga tertidur, keluarlah dari tempat tidur. Redupkan lampu, lakukan hal yang membosankan, lalu berbaring lagi saat mulai mengantuk.

Kurang tidur satu malam tidak akan menghancurkan ujianmu. Pikiran bahwa kamu kurang tidur justru lebih mengganggu. Cukup pastikan ada waktu untuk membangunkan tubuh di pagi hari.

Pagi hari ujian — tubuh dulu, kepala belakangan

  1. Sudah bangun dua jam sebelum ujianOtak butuh waktu untuk benar-benar bangun. Kalau langsung ujian setelah bangun tidur, bagian awal ujian jadi kurang maksimal.
  2. Makan ringanKalau perut kosong, konsentrasi turun di paruh kedua; kalau makan berlebihan, kamu jadi mengantuk. Makan saja menu sarapan yang biasa.
  3. Jalan kaki 10 menitSaat suhu tubuh naik, kepalamu “menyala” jauh lebih cepat.
  4. Cukup satu lembar ringkasanBegitu kamu membuka materi baru di ruang tunggu, kecemasan menyala lagi. Baca sekilas yang sudah kamu siapkan saja.

Di ruang ujian — jangan tertahan di soal pertama

Ini kesalahan yang paling umum. Kalau soal pertama tidak bisa dikerjakan, vonis “hari ini gagal” muncul lebih dulu, dan kamu mengerjakan sisanya dalam kondisi itu.

Soal pertama sering kali tidak diurutkan berdasarkan tingkat kesulitan. Kalau dalam 30 detik belum terlihat petunjuk, tandai lalu lewati. Kerjakan tiga atau empat soal mudah untuk membangun ritme, lalu kembali — biasanya soal itu jadi bisa dikerjakan.

Gugup bukan untuk dihilangkan

Ketegangan yang wajar justru meningkatkan konsentrasi dan kecepatan reaksi. Tujuannya bukan menghapus rasa gugup, melainkan menjaganya agar tidak naik sampai tanganmu gemetar dan tulisan tidak terbaca.

Setelah duduk, tarik napas 4 detik dan embuskan 6 detik, lima kali. Kuncinya adalah membuat embusan napas lebih panjang. Menapakkan telapak kaki sepenuhnya ke lantai juga mengurangi gemetar.

Apakah tahu nuansa hari itu lebih dulu bisa membantu?

Menebak hasil ujian dengan Saju itu berlebihan. Tapi satu kalimat seperti “hari ini butuh ketelitian” benar-benar berguna — karena menentukan apa yang akan kamu periksa di malam sebelumnya.

Misalnya, kalau nuansanya membuat kata-kata mengalir lancar, periksa kalimat pertama jawaban esaimu; kalau nuansanya menekan, periksa sekali lagi kesalahan hitung dan pengisian lembar jawaban.

Kalau kamu menambahkan tanggal ujian di Mutal Unnie, hitung mundur hari-H dan satu baris ritme hari itu ditampilkan gratis. Kalau ingin didampingi lebih jauh, kamu bisa mendapat ringkasan malam sebelumnya dan panduan pagi hari acara lewat Full Care (35 Bok). Dan karena catatan tetap tersimpan setelah ujian selesai, di ujian berikutnya kamu bisa melihat “di hari bernuansa seperti ini, aku begini”.

Tambahkan tanggal ujianmu, dan

Hitung mundur hari-H dan ritme hari itu gratis; ringkasan malam sebelumnya dibuka dengan Full Care.

Unduh aplikasi untuk iPhone & Android

Pertanyaan umum

Apakah aku perlu belajar lebih banyak di malam sebelum ujian?

Jangan membuka materi baru. Yang dimulai sehari sebelumnya tidak akan cukup melekat untuk dipakai dan hanya memperbesar kecemasan. Mengulang soal yang dulu salah dan ringkasanmu sendiri memberi daya ingat yang jauh lebih baik.

Bagaimana kalau aku tidak bisa tidur di malam sebelum ujian?

Makin keras berusaha, makin terjaga kamu jadinya. Kalau lebih dari 20 menit belum juga tertidur, keluarlah dari tempat tidur. Redupkan lampu, lakukan hal yang membosankan, dan berbaring lagi saat mulai mengantuk. Pikiran bahwa kamu kurang tidur lebih mengganggu daripada kurang tidurnya sendiri.

Bagaimana kalau soal pertama tidak bisa kukerjakan?

Kalau dalam 30 detik belum terlihat petunjuk, tandai lalu lewati. Soal pertama sering kali tidak diurutkan berdasarkan tingkat kesulitan. Bangun ritme dengan beberapa soal mudah, lalu kembali — biasanya soal itu jadi bisa dikerjakan.

Jam berapa sebaiknya aku tiba di tempat ujian?

Paling aman tiba setidaknya 30 menit sebelum batas masuk ruangan. Tapi duduk terlalu lama di sana bisa menumpuk ketegangan, jadi tidak apa-apa menghabiskan waktu di sekitar lokasi dulu sebelum masuk. Bangunlah dua jam sebelum ujian.