Beranda › Catatan › Rutinitas malam sebelum wawancara

Rutinitas Malam Sebelum Wawancara
— Mengubah Gugup Menjadi Kemampuan

Hari-hari penting · · 5 menit baca · Diperbarui

Ringkasnya

Di malam sebelumnya, menghafal hal baru justru merugikan. Dari yang sudah kamu siapkan, pilih tiga saja dan ucapkan dengan suara keras, kemas tas, lalu tidur di jam biasa. Gugup tidak perlu dihilangkan — cukup dibawa serta.

Di artikel ini 9 topik
  1. Mulai dari yang jangan dilakukan di malam sebelumnya
  2. 1. Pertanyaan yang diantisipasi cukup 3 saja
  3. 2. Tas dan pakaian ditaruh di dekat pintu sejak malam
  4. 3. Rute dicek sampai nomor pintu keluar, bukan sekadar peta
  5. 4. Tidur di jam biasa
  6. 5. Pagi harinya — badan dulu, baru kepala
  7. 6. 60 detik sebelum masuk
  8. Apakah membantu kalau tahu nuansa hari itu lebih dulu?
  9. Pertanyaan umum (FAQ)

Mulai dari yang jangan dilakukan di malam sebelumnya

Kesalahan paling umum adalah memasukkan pengetahuan baru di malam sebelumnya. Materi yang masuk hari itu belum cukup mengendap untuk dipakai di ruang wawancara, sementara hal-hal yang belum kamu ketahui terus terlihat sehingga yang bertambah hanya rasa cemas. Yang didapat sedikit, yang hilang banyak.

Yang kedua adalah mencari cerita orang yang lolos. Kalau semalaman kamu membaca kualifikasi dan jawaban orang lain, yang kamu bawa besok pagi bukan rasa percaya diri, melainkan hanya perbandingan.

Malam sebelumnya adalah waktu untuk merapikan apa yang sudah kamu miliki agar mudah dikeluarkan. Bukan waktu untuk mengisi hal baru.

1. Pertanyaan yang diantisipasi cukup 3 saja

Kalau menyiapkan 20, tak satu pun bisa kamu sampaikan dengan baik. Tiga sudah cukup.

  1. Kenapa di sini — alasan harus perusahaan ini dan posisi ini. Jangan menyalin kalimat dari situs perusahaan; sampaikan bagian mana dari pengalamanmu yang nyambung dengan tempat ini.
  2. Satu pengalaman andalan — situasi, apa yang kamu lakukan, dan hasilnya, dalam 30 detik. Satu angka saja sudah membuatnya jauh lebih jelas.
  3. Pertanyaan yang paling tidak nyaman — masa jeda, alasan pindah kerja, kualifikasi yang kurang. Jangan menghindar; siapkan kalimat yang menjawab singkat dalam 15 detik lalu beralih. Makin panjang penjelasannya, makin terdengar seperti kelemahan.

Penting: jangan hanya dibaca dalam hati, pastikan diucapkan dengan suara keras. Kalimat yang sempurna di kepala sangat sering jadi berantakan saat keluar dari mulut. Kalimat yang sudah pernah diucapkan sekali akan jauh lebih mudah keluar keesokan harinya.

2. Tas dan pakaian ditaruh di dekat pintu sejak malam

Tujuannya mengurangi sebanyak mungkin hal yang harus diputuskan di pagi hari. Anggap saja daya pertimbanganmu di pagi hari hanya separuh dari malam hari.

3. Rute dicek sampai nomor pintu keluar, bukan sekadar peta

Kalau kamu tidur hanya dengan tahu "dekat Stasiun ○○", besok pagi kamu bisa tersesat. Cek sampai pintu keluar nomor berapa, lantai berapa, ruang nomor berapa. Setelah mencari lama perjalanan, targetkan tiba 30 menit lebih awal.

Sebaiknya masuk ke ruang tunggu 10–15 menit sebelumnya. Kalau terlalu awal, waktu tunggunya jadi panjang dan gugupnya malah menumpuk. Habiskan sisa waktu di kafe terdekat.

4. Tidur di jam biasa

Kalau kamu berbaring dua jam lebih awal karena besok hari penting, kebanyakan hanya akan menatap langit-langit. Pertahankan jam tidur biasamu, dan letakkan gawai sejak satu jam sebelum tidur.

Kalau sudah lebih dari 20 menit belum juga tertidur, lebih baik keluar dari tempat tidur. Lakukan hal yang membosankan dengan lampu redup, lalu berbaring lagi saat mengantuk. Makin lama kamu berusaha tidur sambil berbaring, makin tempat tidur "dipelajari" sebagai tempat yang susah untuk tidur.

Kurang tidur semalam tidak akan merusak wawancaramu. Yang lebih mengganggu justru pikiran bahwa kamu kurang tidur.

5. Pagi harinya — badan dulu, baru kepala

Jangan langsung membuka materi begitu bangun. Urutannya badan → mulut → kepala.

6. 60 detik sebelum masuk

Di depan pintu, cukup lakukan dua hal.

  1. Tarik napas 4 detik, embuskan 6 detik, lima kali. Kuncinya memperpanjang embusan. Detak jantung benar-benar turun.
  2. Ucapkan kalimat pertama sekali dalam hati. Kalau salam dan kalimat pembukamu sudah ditentukan, awalnya akan mulus, dan setelah itu biasanya akan mengalir sendiri.

Gugup bukan sesuatu yang harus dihilangkan. Gugup yang pas justru meningkatkan konsentrasi dan kecepatan respons. Tujuannya bukan menghapus gugup, melainkan membawanya serta tanpa membiarkannya naik sampai bicaramu jadi terburu-buru dan tanganmu gemetar.

Apakah membantu kalau tahu nuansa hari itu lebih dulu?

Menebak lolos atau tidaknya dengan Saju itu mustahil. Tetapi satu kalimat seperti "hari ini ekspresi diri mudah diterima" ternyata berguna. Karena itu menentukan apa yang perlu kamu poles di malam sebelumnya — kalau harinya lancar untuk berbicara, poles kalimat pembuka jawabanmu; kalau harinya butuh ketelitian, poles angka dan dasar argumenmu.

Kalau kamu menambahkan tanggal wawancara di Mutal Unnie, hitung mundur hari-H dan satu kalimat ritme hari itu ditampilkan gratis. Kalau ingin persiapan lebih, dengan Full Care (35 Bok) kamu bisa mendapat ringkasan malam sebelumnya dan panduan pagi hari acara. Kalau penasaran apa itu iljin, baca juga penjelasan iljin.

Hari yang bikin deg-degan, jangan bersiap sendirian

Tambahkan tanggal wawancaramu: hitung mundur hari-H dan ritme hari itu gratis, ringkasan malam sebelumnya dibuka dengan Full Care.

Unduh aplikasi untuk iPhone & Android

Pertanyaan umum

Bolehkah minum alkohol segelas di malam sebelum wawancara?

Sebaiknya dihindari. Memang lebih cepat tertidur, tetapi mudah terbangun dini hari, dan keesokan harinya tenggorokan atau wajah bisa bengkak sehingga kondisi menurun. Untuk meredakan gugup, jalan kaki jauh lebih baik daripada alkohol.

Bagaimana kalau jawaban yang sudah disiapkan hilang dari kepala?

Kalau kamu menghafal kalimat utuh, satu kata yang tersangkut bisa meruntuhkan semuanya. Karena itu kami sarankan mengingat lewat 3 kata kunci, misalnya "magang / layanan pelanggan / tingkat kunjungan ulang". Kalau tersendat, bilang saja "Sebentar, saya rapikan dulu jawabannya", lalu jeda 3 detik — itu sama sekali tidak mengurangi nilai.

Tangan dan suaraku gemetar

Saat menunggu, kepalkan dan buka tanganmu beberapa kali, dan dalam posisi duduk tempelkan seluruh telapak kaki ke lantai. Makin banyak titik tumpu tubuh, makin berkurang gemetarnya. Untuk suara, mulailah kalimat pertama sedikit lebih pelan dari biasanya, maka sisanya akan lebih stabil.

Apakah wawancara online disiapkan dengan cara yang sama?

Sebagian besar sama, tetapi tambahkan tiga hal. Sejajarkan kamera dengan mata (kalau menunduk ke kamera, ekspresimu terlihat kaku), duduk menghadap jendela agar cahaya jatuh ke wajah, dan tes mikrofon serta jaringan 10 menit sebelum mulai. Bisa menempelkan catatan kata kunci di samping layar adalah keuntungan wawancara online.